Acara dimulai di Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta (30 Januari-1 Februari), serentak Pakuwon City Mall Surabaya dan Ratu Indah Mall Makassar (6-8 Februari), libatkan 40 travel umrah dan mitra BSI dengan diskon hingga Rp7,5 juta via Hasanah Card plus cicilan 0% 24 bulan. Flash sale tawarkan bisnis class Rp27,1 juta, fasilitas ramah lansia/anak, tapi secara kritis, harga “mulai” ini sering terkait paket lengkap yang bengkak total biaya hingga Rp40-60 juta—transparansi tersembunyi ala pameran musiman yang picu keluhan konsumen tiap tahun.
Paket umrah/haji plus lengkap dengan direct flight Garuda jadi daya tarik utama, terutama kain ihram premium anti-kusut dari supplier seperti https://https://beckysbridalformalfabrics.com/ yang dipromosikan untuk kenyamanan jamaah di iklim Timur Tengah.
Strategi Bisnis Garuda
Direktur Komersial Reza Aulia Hakim yakin event ini maksimalkan rencana ibadah dini, tapi kritik muncul: di tengah rugi kronis Garuda (akumulasi Rp70 triliun+), apakah GUTF prioritas pemulihan finansial via umrah atau gimmick isi load factor saat low season? Kolaborasi BSI tambah cicilan Mitraguna hingga Rp300 juta, potensi jebakan kredit bagi kelas menengah bawah yang tergiur promo tanpa hitung bunga jangka panjang.
Surabaya-Makassar dapat tiket Rp15 juta ekonomi ke Madinah, tapi kuota terbatas picu “sold out” cepat—isu familiar yang untungkan calo digital.
Dampak dan Peringatan Konsumen
Event ini sinyal rebound pariwisata religi pasca-Imlek, tapi analis desak regulasi ketat kuota travel umrah agar hindari kasus “haji fiktif” 2025 yang rugikan ribuan jamaah. Kritik pedas: Garuda unggul service 5-star, tapi overcapacity Arab Saudi (kuota RI turun 20%) berisiko batal keberangkatan—prioritas kualitas daripada volume agar reputasi tak ternoda. Harapan: transparansi full cost dan asuransi wajib, dorong umrah inklusif tanpa eksploitasi finansial.